Kamis, 22 Februari 2018

Dipalingkan atau Diberikan PertolonganNya?

Share & Comment
Dipalingkan atau Diberikan PertolonganNya?


Waktu terus saja bergulir. Tetap berdetak pada kerangka acuannya meskipun banyak orang menginginkan lajunya diperlambat lagi.
 Tak terkecuali waktu periode kepemimpinan Ulul Albab Astronomy Club 2017/2018. Tidak terasa bahwa Klub Astronomi dengan masa kepemimpinan Mahasiswa Fisika 2014, Nuralfin Anripa, atau sering disapa dengan Kevin (Gambar atas sebelah kiri), kini telah berakhir. Terlalu banyak kenangan dan momen yang terukir bersama hingga Klub Astronomi yang awalnya seperti mati suri ini mulai menggemakan gaungnya kembali.
Tentu saja, dengan semangat untuk membangkitkan kembali peradaban Astronomi Islam yang beberapa abad silam telah sirna, mulai dibuat resolusi semenjak Februari 2018. Cita-cita dan mimpi-mimpi masih menggelayut di pelupuk mata. Menanti untuk direalisasikan. Semangat Astronom muslim yang juga merupakan para ulama’ masyhur pada zamannya, seolah menggebrak jiwa-jiwa muda mahasiswa kampus hijau ini.
Maka setelah diadakan revitalisasi kepengurusan beserta perekrutan anggota baru, dipilihlah seorang Amir yang akan menjadi panutan dan pengambil keputusan. Dipilihlah seorang nahkoda untuk kembali melayarkan Klub Astronomi dalam kancah yang lebih lebar dan luas. Mengarungi berbagai haluan untuk mengibarkan lagi semangat para ilmuwan Astronomi Islam yang mulai padam.
Satu hal yang ditekankan disini adalah adanya prinsip pemilihan pemimpin sesuai dengan Zaman Khalifah. Juga adanya musyawarah untuk menentukan kandidat yang terbaik. Perlu ditekankan lagi, calon pemimpin bukan  diperoleh dari mendaftarkan diri dan meminta kepemimpinan. Menilik dewasa ini seringkali pemilihan pemimpin dilakukan dengan mendaftarkan diri dan mencalonkan diiri sendiri.
Sejenak menilik Hadist Nabi :
 “Wahai Abdurrahman bin Samurah! Jangan kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepadamu karena diminta, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepadamu bukan karena diminta, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadist tersebut, sangat jelas bahwa meminta kepemimpinan bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Allah akan memalingkan pertolongan bagi hambaNya yang meminta keemimpinan. Namun akan memberi pertolongan bagi hambaNya yang diberi kepemimpinan.
Terdapat dua calon berdasarkan hasil syuro yang dilakukan para pengurus sebelumnya, yaitu Wahyu Setiaji dan Bagus Suryo Widodo. Kedua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya juga tidak ada yang saling berebut kepemimpinan, karena mereka tahu bahwa beban pemimpin itu sangat besar. Alhamdulillah, tidak ada yang sangat berambisi dan meminta kepemimpinan.
Penentuan ketua dilakukan dengan cara voting atau pengambilan suara terbanyak. Dengan mengucap basmalah, dilakukan voting dengan dibimbing langsung oleh Bapak Rusli, M.Si selaku pembina klub.
Diperoleh perolehan suara dengan selisih yang sangat tipis sekali antara keduanya. Hal tersebut menunjukkan kompetisi yang sangat bagus dalam diri masing-masing calon. Namun, ternyata Bagus lebih unggul dari Aji. Sehingga diputuskanlah Bagus Suryo Widodo (Gambar bawah sebelah kiri) sebagai ketua UAAC periode 2018/2019.

Sukses dan Fastabiqul Khairat semoga selalu terpatri dalam benak dan jiwa masing-masing anggota. Semoga Allah akan selalu memberikan dan tidak memalingkan beragam jenis nikmat dan pertolonganNya.

Penulis : N.Kariimah
Editor : N.Anripa
Tags:

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

KAJIAN RUTIN ASTRONOMI

Observasi

Ikut Ngamat Bareng Suhu2 MAC

Follow by Email

So Why not Join on UAAC?

Copyright © UAAC UIN MALANG | Designed by UAAC